Togel Online
Agen Judi Bola Online Terbesar
Casino Online
 Slot Kosong
 Slot Kosong
Agen Bola Terpercaya Agen Bola Terpercaya
Space Iklan
Space Iklan

Ajax Amsterdam telah kehilangan banyak pemain muda bertalentanya pada bursa transfer musim panas ini. Dan mereka tampaknya enggan kehilangan satu pemain lagi, Donny Van de Beek, yang dikabarkan tengah diincar Real Madrid.

Lampu sorot tidak sering mengarah kepada pemain berumur 22 tahun tersebut. Potensi yang dimilikinya kerap terhalang oleh sosok lainnya, seperti Frenkie De Jong dan Matthijs De Ligt, yang lebih sering jadi pembicaraan khalayak ramai.

Namun Real Madrid ternyata masih bisa mengidentifikasi kualitas dari Van De Beek. Beberapa laporan sebelumnya sudah mengindikasikan adanya pergerakan dari raksasa Spanyol tersebut untuk mendapatkan sang gelandang.

Tapi Ajax sudah kehilangan banyak pemain di musim panas ini. Frenkie De Jong resmi menjadi bagian Barcelona dan De Ligt hengkang ke klub raksasa Serie A, Juventus. Oleh karena itu, mereka menunjukkan rasa ketidaktarikannya untuk melepas Van De Beek ke Madrid.

Berusaha Mempertahankan Van De Beek

Itikad untuk memagari Van De Beek dari godaan Madrid tergambarkan dari pernyataan pelatih Ajax, Erik ten Hag. Dalam konferensi pers pada hari Jumat (2/8) waktu setempat, ia menegaskan bahwa Ajax bakalan berupaya untuk menahan sang pemain di musim panas ini.

“Kami akan melakukan segalanya, dengan sekuat tenaga, untuk menahannya di Ajax,” tutur pelatih yang juga sempat dikabarkan tengah diincar Bayern Munchen tersebut, dikutip dari Marca.

“Kami tak ingin kehilangan dirinya, tapi saat klub sekaliber itu masuk ke dalam sebuah situasi, semua hal akan terasa sangat berat,” lanjutnya.

Tidak Menutup Peluang Van De Beek Hengkang

Tapi Ten Hag tidak serta merta menutup peluang sang pemain untuk berlabuh ke klub lain. Toh jika Van De Beek yang meminta, ia tak bisa melakukan apapun kecuali merelakannya jatuh ke pelukan tim asuhan Zinedine Zidane tersebut.

“Donny sangatlah penting bagi kami di musim lalu, dan telah memulai musim ini dengan rasa antusias yang tinggi, kebugaran, dan energi yang berlimpah, kepergiannya akan terasa, tapi kami tahu itu bisa terjadi,” tandasnya.

Ten Hag pun sadar keberhasilan mereka mencapai semifinal Liga Champions, dengan mengalahkan kandidat juara seperti Real Madrid dan Juventus, akan mengakibatkan kepergian sosok penting. Apalagi jika mengingat bahwa status mereka saat ini adalah ‘tim kecil’.

“Kami berasal dari negara kecil dan, saat kami menunjukkan apa yang bisa dilakukan pada tahun lalu, anda tahu hal seperti ini bakalan tetap terjadi,” tandasnya.